Salam Pembuka Kusampaikan pada Dunia
0 coment Dipostkan oleh: Syaza Qurratu'ain Maryam pada: Sabtu, Januari 29, 2011Bismillahirrahmannirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahiwabarakatuh.
Apa kabar, semua? Semoga masih dalm rahmat dan bimbingan Allah menuju jalan-Nya. Amin. Tulisan pembuka dariku. Ketikan tuts demi tuts ini semoga mampu membuka jalan dari yang lain.
Jum’at, 28 Januari 2011. Hari yang cerah untuk daerah Malang dan sekitarnya. Pagi yang dingin membukanya dengan indah. Lembaran baru dibuka sudah. Goresan demi goresan langkah kita, akan kembali kita mulai hari ini. Hari baru tentu akan dibarengi dengan semangat baru, dan….. pelajaran baru. Insya Allah..
Perjuangan menanti di setiap derap langkah para pejuangnya. Sebuah seminar tentang kepenulisan diselenggarakan di Universitas Negeri Malang. Acara yang luar biasa yang diadakan oleh anak-anak BDM Al-Hikmah. Sebuah acara yang membahas tentang kepenulisan dan bagaiman kita bisa menjadi penulis dan mengapa kita harus menulis.
Bagi sebagian orang mungkin beranggapan bahwa menulis adalah mudah, hanya perlu kertas dan ballpoint, lalu menulislah. Dalam sekejap kertas putih bersih itu kini berubah menjadi hitam penuh goresan tinta kata terbalut kalimat. Benarkah sesederhana itu menulis, ? Kurasa tidak. Kebanyakan orang hanya melihat tentang hasil akhir, tapi mengabaikan bagaimana proses pengantarnya. Kebanyakan orang melihat dan menginginkan hasil yang ia peroleh sama dengan orang yang ia kagumi, tapi tak mau dan acuh terhadap langkah menujunya. Miris. Padahal kitapun tak akan pernah bisa merasakan kenyang kalau kita tak berusaha untuk setidaknya membeli kalau tak mau lebih bersusah payah memasak masakan sendiri lalu kemudian “bersusah payah” mengunyahnya, baru kemudian kita bisa merasakan kenyang itu.
Seorang penulis tak lantas kemudian ia mampu menghasilkan tulisan yang agung di awal karyanya. Ia juga pernah mengalami dan merasakan apa yang saat ini mungkin kita rasakan. Ia pernah harus terdiam berapa lamanya menghadap kertas tanpa tau kata apa yang harus ia tulis. Ia juga pernah merasakan menghasilkan beberapa kata saja dalam waktu yang tak bisa dibilang sedikit. Apa yang kita rasa saat ini mungkin juga pernah para penulis besar dan hebat itu rasakan. Tapi, di mana letak perbedaannya? Apa yang kemudian mampu menjadikan mereka begitu pandai menggores dan merangkai kata? Apa yang kemudian mampu menjadikan mereka begitu terkenal, sekarang?
Semangat, kemauan yang tinggi, dan pantang menyerah.
Gagal bukan akhir segalanya. Mungkin kata-kata itu terdengar sangat klise, tapi itulah kenyataannya. Sebuah motivasi yang indah yang pernah kudapat dari tempat bimbelku dahulu adalah bahwa “TIDAK ADA KATA GAGAL. YANG ADA HANYALAH BELAJAR ATAU BERHASIL” ya, ! hidup ini adalah belajar dan terus belajar. Bukankah belajar itu sama dengan menuntut ilmu, dan bukankah kita sebagai seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat? Lalu, mengapa kita harus bersedih dan mengeluh saat kita belum berhasil? Buaknkah dengan itu justru kita belajar tentang bagaimana yang seharusnya. Hidup ini penuh dengan pelajaran bagi mereka yang menyadarinya. Betapa banyak ayat dalam Al-quran yang menyebutkan bahwa “di dunia ini terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir” Bukankah ini cukup? Dunia ini penuh dengan pelajaran. Hikmah, bagi mereka yang pandai bersyukur dan tak cepat mengeluh.
Begitupun dalam dunia tulis-menulis ini. Kalau dulu aku pernah dapat cerita dari kakak angkatanku bahwa ia pernah mencoba menerbitkan tulisannya ke media massa. Dan tulisannya baru dimuat di media massa itu setelah mengirimkan 27 artikel. Waw, ! Dan ia tak pernah menyerah, kawan. Itu lebihnya. Pada dasarnya antara kita dan mereka, para penulis hebat itu, tak ada bedanya. Yang membedakan hanyalah pada semangat dan kemauan untuk terus mencoba dan mengasah diri. TITIK.
Bukankah Allah menciptakan manusia dengan potensi dan kemampuan yang sama?
Jika dengan membaca kau akan MENGENAL dunia, maka dengan menulis, kau akan DIKENAL oleh dunia.
Sejenak, ini merupakan perenungan berharga buatku. Setelah sekian lama vacuum dari dunia tulis menulis, aku kemudian berfikir untuk meretasnya lagi, walau mungkin harus dari awal lagi. tak apalah. Hanya perlu memasang sebuah “alasan, mengapa” untuk kemudian kita mau dan mampu untuk berbuat.
Ada banyak orang yang kemudian tergugah dan terbuka hatinya akan indah dan sempurnanya ISLAM setelah mereka membaca buku? Tak cukupkah itu alasan untukmu untuk memulainya?
Syaza Qurratu’ain Maryam :: Malang, Perpus UB, Sabtu, 29 Januari 2011 :: 17.59 WIB
Menulislah, agar kau DIKENAL oleh Dunia
1 coment Dipostkan oleh: Syaza Qurratu'ain Maryam pada: Jumat, Januari 28, 2011
Lupakan masa lalu
Ukir lagi tinta emas penamu
Penamu mungkin belum setajam pedang
Belum sekuat karang dalam hempasan sang ombak
Bukankah kau masih bisa mengasahnya, ?
Bukankah menulis itu adalah tentang berbicara di atas kertas, ?
Saat kuncup mulai merekah
Semerbak harum indah menghiasi alam
Saat pena mulai terukir Indah
Tuk hiasi dengan karya yang kau toreh
Dunia yang pernah kau jalani
Hanya sebatas masa lalu?
Ataukah
Pengantarmu menuju keberhasilanmu menggapai ridha-Nya?
Raih kembali tangannya
Raih dan genggam eratlah ia
Tekad dalam hati, meresap dalam jiwa
Menusuk hingga ke raga, bergemuruh dalam dada
Mencoba menanti tak sekedar asa
Derap langkah menyeruak, mencoba tuk singkap tabir kecemasan
“Tinggalkan ia dan raihlah aku”
Tersentak
Seberkas cahaya menyentakku dengan bahasa angin yang membelai
“Ujung sang pena menantimu
Tuk toreh maha karya agung di atas sang kertas pengabdi pengetahuan”
Ia berkata melanjutkan
Bruuukkkk
Tersungkur aku mencium bumi
Tangan indah terulur lembut menyambutku
Bangun
Dan menulislah
Bangkit
Dan berkaryalah
“Dunia menanti mahakarya agung dari gemulai tanganmu menari indah di atas sang kertas.”
Salam pena,
Syaza Qurratu’ain Maryam :: Malang, 29 Januari 2011 :: 05.58 WIB
Antara Sastra dan Dakwah
0 coment Dipostkan oleh: Syaza Qurratu'ain Maryam pada: Jumat, Januari 28, 2011
Cobalah untuk mencintai sastra.
Bukankah sastra itu indah.
Kenapa tidak kau buat sastra itu menjadi lebih islami dan ideologis, ??
Bila kau sanggup, haruskah kau kotakkan kemampuanmu, ?
Bukankah sastra ideologis itu sebuah ide yang brilliant, ?
Bukankah dakwah akan selalu menjadi poros kehidupan kita, ?
Bukankah segala sesuatu itu bisa menjadi sarana kita dalam berdakwah, ?
Agar Islam dapat tersebar luas di penjuru dunia, ??
Lalu, mengapa kita hanya berdiam diri dan monoton terhadap cara, ?
Karena Diam itu BUKAN Solusi, Teman !!!!
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Seorang Diri berjalan. Pelan dan teramat pelan. Hingga perubahan itu tak nyata terlihat dalam ayunan kakinya dalam melangkah. Atau mungkin ia hanya berdiam diri? Atau sedang mundurkah ia? Banyak orang di sekelilingnya memandangnya dengan penuh rasa keanehan. Namun ada juga yang berusaha menyemangatinya, dan tak sedikit pula yang menertawakannya. Setiap orang akan memiliki pandangannya tersendiri. Tak terkecuali dirimu, Teman! Apa pendapatmu tentangnya?
Hufft, , kuyakin ia kini kehilangan sedikit bagian dalam hatinya. Hilang. Terluka. Tergores oleh…. Entahlah! Apapun itu kalian menyebutnya. Tapi, entah mengapa aku begitu yakin ia sedang terluka.
Diri itu. Dan kali ini ia terlihat nyata berhenti. Mengamati sekeliling, mendesah ia dalam sunyi. Terlihat sendiri, bahkan tak ada Diri lainpun di sampingnya. Sejurus kemudian ia terlihat menatap ke arah birunya langit, begitu pasrah. Memejam sejenak, menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan teramat pelan. Ia coba nikmati dan rasakan dengan sepenuh jiwa indahnya alam, ciptaan Sang Pencipta. Lirih, ia berkata pada dirinya bahwa ia masih punya Dia yang selalu membersamainya. Hiburnya pada dirinya sendiri. Dan! Lihatlah teman, ! ia sepertinya berjalan lagi. Namun kini dengan langkah yang terlihat lebih pasti.
Dalam diam, aku amati ia dari kejauhan. Tidak, teman! Kau salah! Ia tidak sedang diam ataupun mundur. Ia sedang berjuang melawan dirinya, menampik berontak dalam hatinya. Menentang gemuruh dalam raganya. Aku bisa melihat itu, Teman. Dalam dirinya, tengah terjadi pertikaian sengit antara ia dan jiwanya. Aku bisa melihat itu, Teman. Cahaya potensi yang terpendam. Kalau aku boleh menyebutnya mungkin laksana permata dalam kubangan lumpur. Kau kan dapat melihatnya setelah kau mampu bantu dia menyibak lumpur itu. Tapi sepertinya Diri itu belum mengetahuinya,,, Sudahlah! Lupakan dari perspektif mana kalian dan aku melihatnya. Tapi, hampirilah ia. Dan kutau kaupun lebih tau apa yang sedang ia butuhkan.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Syaza Qurratu’ain Maryam :: Malang, 29 Januari 2011 :: 05.58 WIB
Entah, !
Akupun tiada p'nah tau, mengapa jemari ini dengan lembut, p'lahan namun pasti, mulai menari dgan gemulainya d atas tombol-tombol yang ada.
Entahlah, ! Entah apa yg hendak ia tliskan d atas sbuah layar putih d hadapnya.
D tengah ketertegunanku, muncul barisan rapi huruf demi huruf. Perlahan aku mulai membaca kata demi kata, kalmat demi kalmat, hingga paragraf demi paragraf. aku mulai membacanya.
Dan tak hanya untk ak baca, tapi juga untuk aku pahami.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Bwat dan teruntuk :
smua teman2ku, SMUANYA
Dari :
temanmu, sahabatmu, saudarimu , , Maryam
Teman, aku tau aku bkanlah seorang pujangga yang pandai merangkai kata,
Akupun bkanlah penyair yang pandai menguntai kata,
Aku adalah aku
Hanya seorang manusia biasa, tak lebih,
Wlau dalam diripun aku p'nah bermimpi untuk dapat menjadi yg luarr biasa
Teman,
Sebgai seorang yg biasa, akupun tiada lepas dari salah, juga khilafku
Tapi, jujur ku katakan, ,bukan mauku tuk b'tindak demikian
Begtupun dlam perjalanan pertemanan kita
Kutau banyak hari yang telah kita lalui bersama, banyak jam, menit, juga detik yang telah kita lalui dalam bingkai kebersamaan
Dan ku tau pasti, di sana pastilah bertabur khilaf bagi diriku atas kalian ,
Teman, ,
Lewat untaian kata ini yang kucoba tuk aku merangkainya ,
Kini, aku persembahkan beribu maafku pada kalian
Teman, ,hanya 1 harapku,
Maafkanlah daku atas smua p'buatanku pda kalian slama ni. .
Maafkanlah. . T.T
semoga kelak kita dipertemukan lagi olehNya di sbuah negeri nan abadi di sana.
di SurgaNya
amiiinnnn
My Dreamed MARYAM
0 coment Dipostkan oleh: Syaza Qurratu'ain Maryam pada: Selasa, September 14, 2010Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu
Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia
dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Al Anbiyaa: 91)
Maryam.. siapa
sih yang nggak kenal dia? Ia adalah sosok
wanita suci nan agung. Darinya lahir seorang Nabi yang mulia,
Isa ‘alaihis sallam. Allah Ta`ala telah menjadikannya suri tauladan yang baik pada kisah-kisah yang termaktub di dalam Al Qur`an. Bahkan kisah beliau telah dicatat dalam sejarah, pada salah satu surat Al
Qur`an, yaitu surat Maryam. Hal ini merupakan bukti keagungan beliau,
Maryam…
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia
menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami
mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (Maryam: 16-17)
Allah telah melebihkan
Maryam di atas seluruh wanita di masanya. Dan Maryam adalah
satu-satunya wanita yang diabadikan di dalam Al Qur`an, yang
dengannya Jibril menyampaikan kabar gembira dengan kelahiran seorang
putra, tanpa hadirnya seorang suami di sisinya:
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam,
sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan
kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)".
(Ali Imron: 42)
Tatkala Allah Ta`ala
mengutus utusannya yang mulia, Jibril ‘alaihis sallam untuk
memberikan kabar gembira itu, keunggulan pribadi Maryam telah dicatat
dalam Al Qur`an hingga hari Kiamat kelak. Sebagaimana ucapannya telah
diabadikan di dalam Kitabullah:
Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal
aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah
berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah
menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak
menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:
"Jadilah", lalu jadilah dia. (Ali Imran: 47)
Tahukah
kalian, saudara-saudariku seiman.. Betapa banyak wanita di zaman ini
yang ingin mendapatkan keutamaan sebagaimana Maryam binti Imran.
Mungkin karena mereka tahu, bahwa Maryam adalah wanita yang
diagungkan oleh umat Islam, ibu seorang Nabi dan dicatat sebagai
salah satu wanita penghulu surga,..
Mereka mungkin mengetahui tentang kisah Maryam di mihrabnya, di mana Maryam
adalah wanita shalihah dan senantiasa beribadah kepada Allah Ta`ala
di antara asuhan seorang Nabi yang mulia, Zakariya ‘alaihis sallam..
Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan
mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya
pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab,
ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari
mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan
itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada
siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Ali Imran: 37)
Ini adalah rizqi yang diberikan oleh Allah Ta`ala kepada Maryam
disebabkan ketaatannya kepada syari`at Allah. Yang berupa buah-buahan
yang hanya ada di musim panas di saat musim dingin melanda.
Saudara-saudariku
seiman, jika kita ingin mencontoh Maryam, maka contohlah secara
keseluruhan. Adapun yang menjadi kelebihannya, melahirkan tanpa
seorang ayah (dengan izin Allah), tidaklah merupakan keutamaan bagi
wanita di zaman ini..
Dengarkanlah
tatkala Allah Ta`ala mengajakmu berbicara melalui lisan Nabi Muhammad
sholallahu `alaihi wa sallam tentang Maryam binti Imran:
Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama
orang-orang yang ruku’. (Ali Imran: 43)
Ini merupakan perintah yang Allah beritakan kepada Maryam di dalam Al
Qur`an, berupa perintah sholat dan mentaati semua perintah Allah
Ta`ala, agar dapat dijadikan rujukan oleh seluruh kaum Muslimin di
seantero dunia, khususnya wanita muslimah..
Dan ketahuilah, bahwa setiap anak yang dilahirkan dari rahim seorang
wanita, maka Allahlah yang lebih tahu kebaikan yang ada padanya. Baik
dia itu laki-laki atau pun perempuan, dan mendo`akan putra-putri ini
merupakan warisan Ibunda Maryam, bukan dengan menyakitinya, apalagi
memutuskan harapan hidupnya di dunia, sebagaimana firman Allah Ta`ala:
Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya
Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan
Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki
tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia
Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak
keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang
terkutuk." (Ali Imran: 36)
Demikianlah yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga yang
sedikit ini dapat menjadi amalan yang memperberat timbangan kebaikan
di akhirat kelak, di mana harta dan anak serta sanak-keluarga tidak
dapat menolong kami dari adzab yang pedih.
Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka
Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan
dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah
termasuk orang-orang yang taat. (At Tahrim: 12)
< Al-Ghurabaa'>
Engkau Lebih Cantik Dengan Berjilbab. :)
0 coment Dipostkan oleh: Syaza Qurratu'ain Maryam pada: Selasa, September 14, 2010“Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:
‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.
Yang demikian itu agar mereka lebih mudah unuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu.
Dan Allah adlah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS al-Ahzab [33]: 59)
Assalamu’alaikum teman-temanku, sahabat-sahabatku, juga saudari-saudariku yang dirahmati Allah. Alhamdulillah kita ucapkan karena sampai detik ini kita masih diperkenankanNya untuk dapat beraktivitas dan menghirup udaraNya.
Mari kita sambut rasa syukur kita kepadaNya dengan saling bertukar pikiran, berbagi ilmuNya. Yukkkk, !!!!!
Hmmm, , , kali ini kita akan membahas tentang “kecantikan” (loh, ?!!?!!?!) Tenang, tenang, !! mending terus ikuti k mana note ini berjalan ajja yukk, !!! =) *emang bisa, ?*
Membicarakan tentang kecantikan, kayaknya gag ada matinya deh. Makin dibahas makin asyik, makin diomongin makin seneng, dirasa-rasa makin terasa, dikenang-kenang makin terkenang. Wah, ! Pokoknya udah gag ada matinya deh, !! setuju gag, ?? (setuju ajja gih, !:p)
Eh, ! tapi, bentar deh, , emangnya cantik itu apa sih, ? Trus kayak gmana pula yang namanya cantik itu, ? Apa kayak aku ni, ? ato kayak gmana, ? *hhohoho, , piss kauand, gausa sewot gitu juga lah :P*
Sebenarnya definisi cantik itu relative, beragam bentuk dan rupanya. bahkan, definisi cantik itu selalu berubah seiring berubahnya waktu dan zaman. Definisi cantik juga akan berbeda menurut tempatnya loh. Gag percaya, ?? Oke, pertama mari kita tilik definisi cantik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (2002), cantik itu diartikan sebagai indah, elok, rupawan, atau bentuk, rupa, dan lainnya tampak serasi. Gag dijelasin tuh di sini yang dimaksud kata serasi itu yang kayak gimana, apa yang punya hidung mancung badan pendek, ato bibir tebal hidung pesek, ato yang seperti apakah yang bisa dikategorikan “serasi” itu, ?
Lain menurut KBBI, lain pula menurut jaman colonial dulu, di kalangan etnik Maori, cantik adalah besar dan gemuk. *Waduh, !!* Hmm, , pada tau telenovela Mi Gorda Bella gag, ? yakin deh, kalo kita yang idup di jaman sekarang bakalan bilang tu artis sama aja kayak “Gajah Bengkak” ,”Karung Beras” , “Tronton” , ato bahkan “Mesin Giling” ckckckck. Padahal menurut suku Maori, justru yang kayak begitulah yang bisa disebut cantik itu.
Itu menurut suku Maori, sekarang lain lagi menurut masyarakat Jawa. Mereka berpendapat dan mendefinisikan cantik itu adalah perempuan yang mempunyai bagian belakang-bawah tubuhnya besar dan bulat. Bagi masyarakat Jawa, perempuan yang seperti itu akan mudah melahirkan dan banyak anak.
Selain menurut tempat, ternyata definisi cantik itu juga berubah ubah seiring perubahan waktu dan zaman. Menurut Dana Iswara, di Eropa pada abad pertengahan kecantikan perempuan berkait erat dengan fertilitasnya. Pada abad ke-15 sampai 17, perempuan cantik dan seksi adalah mereka yang punya perut dan panggul yang besar. Pada awal abad ke-19 kecantikan didefinisikan dengan wajah dan bahu yang besar serta tubuh montok.
Waw, ! Cukup mengenai definisi cantik yang beragam itu, mari kita bicara dalam ruang lingkup Indonesia sahaja. Kalau dipikir-pikir, dirasa-rasa, kok kayaknya gag adil ajja ea, ? Emangnya dunia itu Cuma milik orang yang masuk criteria “cantik” yang katanya punya tubuh ramping, rambut panjang lurus, dan kulit putih saja, ?
Sahabat sekalian, ada loh orang yang nyampe rela ngluarin uang yang gag tanggung-tanggung Cuma karena ingin berpenampilan seperti apa yang masyarakat bilang cantik *ckckckck*. Ingin biar hidung mancung, mereka pake operasi bedah plastic, mau rambut lurus, mereka pake rebounding, mau langsing, jadi deh mereka nglakuin diet ketat, ada juga yang gag mau ribet pakek sedot lemak ajja.
Pernah gag kalian mikir, ? Kok jadinya kejam gitu yah, ? kalo yang udah ditakdirin Allah “cantik” sih, alhamdulillah (apalagi kalo cantiknya gag cantik d luar ajja, tapi juga inner beauty). Tapi, bagaimana dengan saudari-saudari kita yang ternyata ditakdirkan Allah dengan kondisi yang kata masyarakat tergolong “jelek” ?
Yah, !! begitulah kejamnya masyarakat kapitalis, mereka memandang segala sesuatunya secara fisik saja. Jadi, di sinilah peran kita, kita harus jeli dan pinter dalam memilih serta memilah isu serta berita yang kita tangkap di masyarakat, baik itu secara langsung ataupun melalui peran media, cetak ataupun elektronik. Jangan sampai kita menelannya mentah-mentah, karena tak semuanya benar.
Sobat, disadari ato engga, ternyata para desainer-desainer itu kebanyakan cowok loh (walaupun pada kenyataannya mereka meniru-niru gaya perempuan), ! Dan, kebanyakan dari mereka mengusung paham kebebasan, lebih kepada sekuler. Sehingga mengartikan busana yang indah adalah yang dapat memperlihatkan klekuk-lekuk tubuh seorang wanita. Padahal, kalo make busana yang buka-bukaan kayak gitu, bukankah itu bentuk “pelecehan” terhadap perempuan, ? Bayangin ajja deh, masa sih perempuan (dengan seenaknya) dijadiin bahan yang dapat dilihat dengan leluasa oleh kebanyakan orang (khususny kaum lelaki), ?
Heran juga, kok ada ya yang mau dijadiin kayak “barang” yang dengan bebasnya bagian tubuhnya dilihat n dimelototin oleh kaum laki-laki, ? Parahnya bahkan ada yang bangga melakukan ini *naudzubillah*. Sekali lagi sobat, bukankah ini justru sebuah tindakan pelecehan terhadap kaum wanita, ? (dilecehin gitu kok malah seneng sih, ? Heran juga jadinya)
Sobat, ! kembali ke 3 pertanyaan yang wajib kita jawab sebagai makhlukNya, yaitu dari mana kita berasal, ?
“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripatu (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk lain). Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang palig baik” (QS. Al Mukminun 12-14).
Untuk apa kita hidup, ? *ada yang tw untuk apa, ?*
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz Dzariyat:56).
Teman, ! pada intinya kita hidup ini hanyalah untuk Allah. Lalu, apalah artinya pujian dari manusia itu, ? Apalah arti cantik kata manusia itu apabila ternyata di hadapan Allah kita jelek, ?
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.” (QS al-Hujurat [49]: 13)
Sehingga yang seharusnya menjadi pertanyaan kita sekarang adalah bagaimana cara agar di hadapan Allah kita dapat terlihat cantik, ? Ada yang tau gmana gag, ?? Yup, ! bener beud, ! Banyak sih caranya, tapi salah satunya dengan berbusana sesuai kehendakNya, yaitu yang sesuai syar’i. seperti apakah itu, ? Jilbab lah jawabannya, !
Ada yang tau definisi jilbab itu apa, ? Oke, ! Diperjelas deh, , Jilbab bermakna milhafah yaitu baju kurung yang longgar dan tidak tipis, kain (kisa’) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Dalam kamus al-Muhith dinyatakan bahwa jilbab itu laksana sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong) yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
Seperti yang sudah, di atas, bahwa ternyata kedudukan kaum wanita itu sedang “dilecehkan” (walau ternyata gag banyak yang menyadari akan hal ini). Tapi, yang pasti sekarang udah pada tau kan, ? n gag mau kan kita dilecehkan terus, ? Hargailah kaum wanita itu, !!
Sekarang yang akan jadi pertanyaan kita, siapa yang dapat menghargai wanita dan bagaimana caranya, ? Pertama yang dapat menghargai wanita itu yaa wanita itu sendiri dan kaum laki-laki. Kalau sang wanitanya gag menghargai dirinya sendiri, gmana kaum laki-laki mau menghargai dia, ? Pokoknya, tunjukkan pada semua kalo wanita itu bukan “barang murahan” yang dengan seenaknya bisa mereka pandang ato nikmati. Yang pasti n musti kita buang jauh jauh adalah anggapan kalo cantik itu musti memperlihatkan lekuk tubuh, cantik itu identik dengan “buku-bukaan”. Wah, ! pokoknua buang deh jauh-jauh, ! Tu anggapan dah gag bener *semacam aliran sesat ea, ? hhihihi*
Tapi, sebagai seorang wanita, pastilah pengen tampil cantik kan, ? Boleh-boleh ajja, tapi harus nyar’i loh, !! Tau kan gmana, ? Dengan jilbab galz, !! Jilbab itu muti fungsi loh, ! Gag percaya, ? well, !! dah baca kan surah al-Ahzab di atas, ? ada kalimat “agar kamu lebih mudah dikenal”, nah, maksudnya dengan jilbab, kamu bakal nguatin kedudukan kamu, bahwa kamu seorang muslimah *bukan muslim*, mana ada coba muslim yang pake jilbab, ? trus, dengan jilbab, kedudukanmu sebagai seorang wanita akan lebih dihargai, Tanya ajja ke para laki-laki tntang pandangan mereka tehadap wanita berjilbab, pasti mereka jadi santun deh, dalam artian *insya Allah* gag brani buat macem-macem. Selain itu, pernah denger puisi Emha Ainun Najib gag yang judulnya “Lautan Jilbab” Jilbab adalah keberanian di tengah-tengah hari yang sangat menakutkan, percikan cahaya di tengah-tengah kegelapan, kejujuran di tena kelicikan, kelembutan di tengah kekasaran dan kebrutalan, kebersahajaan di tengah kemunafikan, jilbab adalah pelindung di tengah sergapan-sergapan. Pokoknya dan pada intinya fungsi jilbab itu buanyak kok, tapi yang intinya adalah karena Allah mensyariatkan agar mengenakannya.TITIK. Gag bakal rugi deh pokoknya jadi seorang jilbaber itu. Udah cantik, punya akhlak yang mulia, kepribadian islami pula. Wah, ! wah, ! wah, ! Benar-benar bidadari dunia akhirat tuhh, !! *pada pengen gag, ?*
Nah, itu tadi kan dari pihak wanita. Sekarang dari para laki-laki. hargailah wanita itu. Jangan mudah ikut-ikutan, jangan pandang wanita dari fisiknya saja. Haio, ! Ngaku, pada setuju kan kalo wanita Cuma cantik luarnya tapi tanpa akhlak mulia dan pribadi islami bakalan sia-sia, ? Hmm, , yakin dah pada setuju semua kan, ?? Pokoknua, jangan jadikan fisik sebagai tolak ukur utama.
Hmmm, , sobat, ! berpaling sejenak dari semua itu, berfikir, apa penyebab utama semua ini, ? Tau, ??? Yup, ! lagi lagi karena system kita yang cacat, system kita yang sudah rusak. Kalo udah system yang rusak, jadilah individu dan masyarakatnya juga ikut rusak. Dan untuk memperbaiki itu semua kita perlu Negara, Cuma Negara yang benar-benar bisa mengubah keadaan ni menjadi lebih baik lagi. Tapi, dengan mempertahankan system kapitalisme ini, mungkinkah akan merubah keadaan, ? Mungkinkah tanpa tegaknya Khilafah Islamiyah, keadaan ini akan berubah, ? Oupz, !! jangan bermimpi deh, !!!
*hufft, , capek juga ya ternyata nulis itu, *eh, ! Ngetik maksudnyah :P*. . . gag papa deh, mudahan ngasi manfaat buat semua ajja. =D
*tengz buat kakaku ka Asni, atas pinjaman bukunya “Jilbab itu Cantik”*
*tengz buat someone (mav lupa namanya) yang dah mau memindah tangankan bukunya "Peraturan Hidup Dalam Islam"*
*tengz buat smua smua yang dah ngasi motivasi, support, dukungan buat aku untuk nulis lagi, *oupz, ! ngetik*
*saran, kritik, masukannya ditunggu ya smua, !!!! *
Thursday, August 27, 2009 ::::: 11:57:23
Gtaran hebat mengguncang jiwaku
B'satu membeku
Mengubur masa lalu
Retak
Tergetak dengan dasyat
Tabir kini t'hampar sudah
P'lahan q tw namun pasti q ykin
Menuju sbuah jalan
Yang Tentu t'jal tuk ditapaki
Tentu panas tuk digenggam
Tentu sakit tuk d rasakan
Tentu lelah tuk djalani
Namun q tw pasti
Satu syurga kan menanti
Bagi mereka yg keukeuh akan jual beli ini
P'lahan q tw namun pasti q yakin
D tgah gtaran ini
D tgah retakx puing2 kbekuan ini
Q kan coba tuk lakukan ini
Jual beli ini
Antara ak dan Rabb ku
